|
|
|
MODEL DESA PESISIR YANG PRODUKTIF DAN TERPADU DI MADURA |
|
|
|
Kamis, 22 November 2012 01:50 |
|
Hasil Kerja Bareng Akademi Perikanan Sidoarjo, Bank Mandiri dan LSM Karya Makmur Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) sebagai perguruan tinggi perikanan dalam tugas pokok dan fungsinya ikut berperan dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Kali ini Desa Tengket yang gersang di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan menjadi sasaran program ini. Lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakatnya (LPPM), APS memadukan kegiatan ini dengan program CSR Bank Mandiri Bill Processing Centre (BPC) Surabaya yang juga bekerja sama dengan LSM Karya Makmur untuk mengadakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir kepada Desa Tengket yang dibuka pada Sabtu (13/10). Kegiatan ini merupakan upaya membuat “Model Desa Produktif” yaitu desa yang mampu menggerakkan masyarakatnya memanfaatkan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berorientasi produksi sehingga perekonomian akan meningkat. Lebih lanjut dijelaskan oleh Dr. Endang Suhaedy, A.Pi,MM,M.Si Direktur APS bahwa Model desa produktif ini dicirikan antara lain lingkungan mangrovenya lestari sehingga produksi perikanan akan meningkat, ibu-ibu rumah tangga mampu memproduksi aneka olahan hasil perikanan dan para pemudanya kreatif dan produktif sesuai dengan perkembangan jaman. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian masyarakat pesisir ini dilaksanakan dengan beberapa sub kegiatan antara lain penanaman mangrove di kawasan tambak dan pantai, pelatihan aneka olahan hasil perikanan, pelatihan pembuatan kemasan dan teknik sablon serta pembuatan toko pemasaran oleh-oleh aneka olahan hasil perikanan. Pada kesempatan yang sama Bapak Samsoni selaku Unit Manager Bill Processing Centre (BPC) Surabaya, menyampaikan bahwa Bank Mandiri melalui program CSR senantiasa siap mendampingi masyarakat untuk dapat berkembang lebih maju dan sejahtera. Bank Mandiri nantinya siap mengucurkan kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) apabila kegiatan ini tampak berkembang secara positif, dan tidak menutup kemungkinan akan bergandengan tangan kembali dengan Akademi Perikanan Sidoarjo, untuk membuat desa model semacam ini pada lokasi yang lain. Dan yang tidak kalah pentingnya diharapkan semua dana CSR senilai Rp 110.865.000 yang telah dihibahkan untuk kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara baik, dan sengaja tidak diberikan dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk kegiatan dan peralatan, sehingga ibarat pepatah “ tidak memberikan ikannya tetapi memberi kailnya”, tambah manager kelahiran Aceh tersebut. Sementara itu LSM Karya Makmur yang diwakili oleh Fahyuh Bilal Kurniawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada APS dan Bank Mandiri yang telah mendampingi dan medukung dana untuk kegiatan ini. Pria Asli Madura itu berjanji bahwa penanaman mangrove ini akan dijamin hidup, karena akan dipelihara oleh masyarakat, dan berharap kepada APS dan Bank Mandiri untuk tidak meninggalkan masyarakat Arosbaya, karena masih membutuhkan ilmu dan bimbingannya. Demikian juga Muspika dan tokoh masyarakat yang diwakili oleh Sekretaris Camat Arosbaya, menyampaiakan ucapan terima kasih karena masih ada yang peduli dengan masyarakat pesisir di Arosbaya, dengan harapan semua yang sudah dilakukan oleh semua pihak dapat bermanfaat bagi masyarakat Pada tempat yang terpisah Ketua LPPM –APS IGP. Gede Rumayasa, S.Pi, MP menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahap yaitu penanaman mangrove di pantai Arosbaya mulai 22 September sampai 11 Oktober 2012 sesuai dengan kondisi pasang surut pantai yang lebih memungkinkan. Kegiatan kedua adalah pelatihan aneka olahan hasil perikanan dan teknik pengemasan yang dimulai 14-20 Oktober 2012 dan yang ketiga adalah Gelar Produk dan peresmian toko/gerai pemasaran pada 21 Oktober 2012. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kekuatan penuh oleh para dosen dan pelatih yang sudah professional yang dipimpin langsung oleh Ibu Lilis Supenti, A.Pi, MM, M.Si. Mengapa” Model Desa Pesisir Produktif” ini dibuat di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur ? Ir. Edy Busono, MP selaku koordinator tim survey dari APS menjelaskan bahwa desa ini mempunyai beberapa kelebihan antara lain wilayah ini gersang, tetapi sudah ada kesadaran bagi masyarakat untuk perbaikan lingkungan, mempunyai potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai desa produksi, masyarakatnya cukup bersemangat untuk maju serta mempunyai struktur kemasyarakatan yang cukup kuat yaitu LSM Karya Makmur yang kebetulan binaan APS. Kepedulian tokoh masyarakat dan Muspika juga sangat kuat, sehingga diharapkan kegiatan ini akan menjadi gebrakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. |
|
Kenal Lebih Dalam Kampus APS dengan MPAK |
|
|
|
|
Â
Masa Pengenalan Akademik dan Kehidupan Kampus (MPAK) calon taruna Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) tahun akademik 2012/2013 resmi dibuka oleh Pembantu Direktur I bidang akademik pada Kamis (20/9) di Aula Kampus APS. Kegiatan yang diikuti 140 calon taruna ini berlangsung selama 8 hari dibawah koordinasi Pembantu Direktur I untuk Bidang Akademik dan Pembantu Direktur III Bidang Kehidupan Kampus/Asrama yang dilaksanakan oleh Panitia Inti (Steering Commitee) dan dibantu oleh panitia pelaksana dari unsur Senat Taruna.
Maksud dari pelaksaan kegiatan ini sebagaimana yang dikatakan Edy Busono selaku Pembantu Direktur I dalam sambutannya adalah untuk mengenalkan lebih jauh kepada calon taruna APS tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) di Akademi Perikanan Sidoarjo sebagai lembaga pendidikan tinggi perikanan. Selain itu, lanjut beliau, kegiatan ini juga memperkenalkan aktifitas akademik dan tata tertib kehidupan kampus yang berlaku di APS. Dengan demikian calon taruna lebih siap untuk mengikuti proses belajar di kampus APS dengan segala kekhususannya dan diharapkan tidak menemui hambatan dalam melaksanakan berbagai kegiatan, baik yang bersifat akademik maupun kehidupan kampus.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
WARTA APS MENGENAL MANGROVE untuk dunia Perikanan |
|
|
|
|
Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis mangue dan bahasa Inggris grove (Macnae, 1968). Dalam bahasa Inggris kata mangrove digunakan baik untuk komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah jangkauan pasang-surut maupun untuk individu-individu spesies tumbuhan yang menyusun komunitas tersebut. Sedangkan dalam bahasa Portugis kata mangrove digunakan untuk menyatakan individu spesies tumbuhan, sedangkan kata mangal untuk menyatakan komunitas tumbuhan tersebut.
Menurut Snedaker (1978), hutan mangrove adalah kelompok spesies tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob. Seperti halnya direkomendasikan oleh FAO (1982), kata mangrove sebaiknya digunakan baik untuk individu spesies tumbuhan maupun komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut. Adapun menurut Aksornkoae (1993), hutan mangrove adalah tumbuhan halofit yang hidup di sepanjang areal pantai yang dipengaruhi oleh pasang tertinggi sampai daerah mendekati ketinggian rata-rata air laut yang tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Pendidikan Pelatihan Dasar Bela Negara Sambut Taruna Baru |
|
|
|
|
Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) sebagai salah satu perguruan tinggi  yang mendidik calon tenaga ahli madya perikanan yang memiliki sikap dan budi luhur, serta memiliki disiplin tinggi sebagai insan bahari yang bertugas membangun masyarakat nelayan yang unggul dimasa yang akan datang. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu didukung adanya perangkat kendali yang memadahi, dan salah satunya kurikulum pendidikan yang relevan dan berwawasan kemaritiman.
Maka dari itu APS menyelenggarakan pendidikan pembentukan dasar bagi calon taruna baru APS. Bekerja sama dengan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) TNI AL, APS menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Pendidikan dan Pelatihan Dasar Bela Negara Taruna APS Tahun Ajaran 2012/2013” pada Senin (10/9) yang dibuka oleh Direktur APS, Endang Suhaedy. Dalam sambutannya Direktur APS berharap taruna APS memiliki sikap disiplin tinggi, tanggap, cakap dan trengginas disegala situasi dan kondisi karena dunia industry perikanan penuh dengan tantangan dan rintangan baik secara fisik maupun psikis. Kegiatan yang diikuti 140 calon Taruna APS ini diselenggarakan selama 10 hari yang mengambil tempat Kampus dan Tambak milik APS serta Ksatrian Puslatdiksarmil TNI AL Juanda.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |